Sabtu, 31 Juli 2010

Premium ku sayang premium ku malang....


Beberapa minggu kebelakang kita sering melihat dan mendengar acara di salah satu stasiun TV swasta & koran ,maupun majalah yang memberitakan tentang maraknya kasus pompa bensin rusak yang melanda Jabodetabek. Beberapa petinggi Pertamina memberikan pembelaan, dalam pembelaan nya tersebut pihak Pertamina membantah kalo Premium yang dijualnya berkualitas rendah !!! Nah lohhh….bingung kan ??? penulis sendiri juga bingung. Sudah ribuan mobil jadi korban BBM berkualitas rendah. Terus apa dunk penyebab pompa bensin rusak ??? 
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pemilik dan komunitas mobil beberapa hari terakhir mengeluhkan terjadinya kerusakan pada pompa bahan bakar di kendaraan mereka. Meskipun belum ada kesimpulan final, beberapa kalangan menyinyalir kerusakan itu disebabkan kualitas bahan bakar yang tidak bagus.
Sejak Juni hingga hari ini, terdapat tak kurang dari 1.200 taksi Blue Bird yang mengalami masalah pada pompa bahan bakarnya. Gejalanya adalah mobil kerap mogok dan tersendat-sendat kalaupun mesin bisa dinyalakan. Mobil yang digunakan pun masih terbilang baru, yakni Toyota Limo buatan tahun 2009-2010.
Sementara itu hampir rata-rata pengguna motor menggunakan premium, apabila memang BBM berkualitas rendah itu (baca :premium) bermasalah maka hanya tunggu waktu beberapa bulan mendatang pengguna motor akan menikmati akibat dari BBM berkualitas rendah tersebut. Dalam tulisan beberapa media bahkan menyebutkan bahwa premium yang ada di Indonesia  berkualitas rendah terbukti kadar sulfur yang sangat tinggi bahkan 10 kali dibanding kadar sulfur di negara jepang. Sulfur dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap usia mesin dan sangat signifikan terhadap keberadaan emisi artikulat. 
Jadi bagi pengguna premium (ditambah sulfur & pasir) siap siap saja apabila motor anda bermasalah...
Kasian ya, rakyat kecil udah gaji kecil dikasih bensin campur lagi..(campur sulfur&pasir)...huhuhuhuhu.... 

Satria FU 150 , Walau Second Banderol nya Masih Tinggi Gan…

Well,… terlihat banget di pasaran… motor-motor favorit seolah bertengger resale valuenya… walaupun berstatus rondo …!!! Tengok laaagh… Suzuki Satria FU-150 … yang termasuk ‘high-end’ buat segment motor bebek … walaupun dibanderol baru nya sekitar Rp. 18.45 jeti… tetep saza diminati dan seolah menjadi ‘dream bikez’ untuk segment bebek …!!! Lha teruz gimana dengan rondo alias second Suzuki Satria Fu -150 …??? Tetep saza termasuk tinggi… dan memang dipasaran seolah terbagi… antara FU-150 model lampu lama… dengan Fu-150 model baru… alias new Satria FU-150 …!!! :D
Add caption
Khusus New Satria Fu-150 lansiran tahun 2009… masih dibanderol sekitar Rp. 16.5 jeti …!!! Ini termasuk tinggi… coz resale valuenya sekitar 89.43% alias mendekati resale value Kawasaki Ninja 250R yang sekitar 90% …!!! Gue melihat salah satu faktor… demand terhadap Satria FU-150 konstan dari tahun ke tahun adalah faktor resale value yang cukup tinggi …!!! Sedangkan untuk model Satria lama… lansiran tahun 2008 masih dibanderol sekitar Rp. 14.5 jeti… !!! Jika banderol saat ini untuk lansiran Satria model lama… sekitar Rp. 17.34 jeti… maka walaupun sudah 2 tahun… tetep saza resale valuenya sekitar 83.6% …!!!
Add caption
Yang cukup mengherankan adalah Satria FU-150 lansiran tahun 2005 yang masih built up… tetep aza banderol nya masih tinggi…. sekitar Rp. 12 jeti … atau resale value nya masih 70% …!!! Padahal motor itu sudah 5 tahun… alias jika dirata-ratakan depreciation costnya cuma 6% per tahun …!!! Last,… untuk bebek memang Suzuki masih jauh lebih unggul dibandingkan product unggulan Yamaha seperti Jupiter MX 135 ataupun Honda CS1 … terkait dengan resale value …!!! Bagaimana resale value bebek lainnya… tunggu pembahasan nanti yeee… !!! 
http://triatmono.wordpress.com/2010/03/16/nempel-ninja-250r-rondone-suzuki-satria-fu-150-masih-singseeet-value-neee/

Selasa, 27 Juli 2010

New Satria FU 150



New Satria FU 150

Setelah lebih empat tahun bertahan dengan wajah yang sama, akhirnya PT Indomobil Niaga International (IMNI) Roda-2 memperkenalkan versi baru Suzuki Satria FU 150. Bebek supersport (gimmick marketing Suzuki menyebutnya: hyper underbone) ini diperkenalkan oleh Kenji Saito, Direktur Pemasaran IMNI, pada hari pertama pembukaan Jakarta Motorcycle Show, Sabtu (6/12).

Cukup menarik, komponen untuk mempergagah penampilan Satria ini diadopsi dari Yoshimura yang sudah sangat dikenal oleh para bikers di Tanah Air. Perubahan yang dilakukan Suzuki adalah mengganti model lampu depan dan fairing (tudung), panel instrumen (desain spidometer), ujung knalpot, rangka alumunium, dan behel atau pegangan belakang motor.

Kali ini, konsumen Indonesia cukup beruntung. Inilah model terbaru Satria yang hanya dipasarkan di tiga negara ASEAN dengan nama berbeda. Di Thailand diberi nama Raider, sedangkan di Filipina Dagger. Sayangnya, model ini muncul di saat krisis ekonomi mulai mencengkeram lebih dalam sebagian masyarakat atau konsumen motor kelas atas.

Satria vs Kompetitor
Dengan penampilan baru ini, harga Satria FU 150 pun melenjit. Berdasarkan informasi internal Suzuki, dalam dua bulan ini Satria sudah dua kali mengalami kenaikan harga. Terakhir, dengan anjloknya rupiah dan karena sebagian besar komponen Satria masih impor, kenaikkan harga pun mencapai Rp 800.000. Hasil akhir, saat diluncurkan, Suzuki membanderol Satria dengan harga Rp 17.890.000 (on the road di Jakarta dan sekitarnya).

Dibandingkan dengan kompetitor utamanya, yaitu Honda CS1, perbedaan harga hampir Rp 1 juta. Namun, Satria menang unggul untuk teknologi mesin, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan. CS1 dipersenjatai Honda dengan mesin SOHC (single overhead camshaft) dengan kapasitas 125 cc, sedangkan Satria DOHC (double overhead camshaft).

Untuk tenaga, Satria masih unggul dengan kemampuan maksimum 16 PS @9.500 rpm, sedangkan CS1 12,8 PS @10.000 rpm. Kemampuan Satria menghasilkan torsi maksimum juga lebih baik, yaitu 1,27 kgf-m @8.500 rpm, sedangkan CS1 1,04 kgf-m @7.500 rpm.

Kompetitor lain Satria adalah Jupiter MX dengan mesin 135 cc yang saat ini versi paling mahal (cast wheel dan kopling otomatik) ditawarkan dengan harga Rp 15.050.000. Dari segi tenaga dan torsi Jupiter MX memang kalah. Tenaga maksimumnya 11,33PS @8.500 rpm dan torsi 1,165 kgfm @5.500 rpm.

Lampu Depan
Perubahan mencolok dari Satria adalah desain fairing dan lampu depan. Desain lampu depan mirip dengan Suzuki GSX-R600. Versi baru, lampu menggunakan bentuk mahkota dan di sampingnya lampu sein dengan mika transparan mirip kuping kelinci. Lampu ini dilengkapi dengan topi atau disebut juga “cowling” ber-garnish hitam. Topi lampu dipasang dengan cara menyekrupkannya pada fairing panel instrumen.

Panel Instrumen

Panel instrumen mengalami perubahan desain yang cukup berarti, meski posisi dan bentuk dasarnya sama dengan versi Satria terdahulu. Motif dasar bagian tengah panel instrumen kini dibuat seperti anyaman dinding bambu.
Takometer menggunakan model jarum dengan dasar instrumen putih berbentuk lingkaran. Di pinggir takometer diberi ornamen berlapiskan krom untuk memberi kesan sporty dan eksklusif. Versi lama, pinggiran takometernya berwarna hitam, sama dengan panel.

Bentuk angka dan ukuran juga berubah. Versi baru lebih besar (tentu saja makin mudah dibaca), sedangkan Satria lama menggunakan huruf reguler lama (italic atau miring). Instrumen lain dengan tayangan digital adalah spidometer, indikator bahan bakar, tripmeter, dan indikator mode “eco” dan “power”. Angka-angkanya mudah dibaca karena menggunakan dasar oranye.

Kini motor supersport bebek ini dilengkapi dengan dua pilihan model mengendarai yang disebut Suzuki dengan S-DMS (Suzuki Drive Mode Switch), yaitu "eco" dan "power". Tombol mode itu ditempatkan di sisi kanan panel instrumen dan mudah dicapai pengendara saat melaju.

Perubahan lainnya adalah di bagian depan, yaitu segitiga setang yang kini dilapisi dengan silver (sebelumnya hitam), sedangkan di bagian belakang, perubahan pada ujung corong knalpot. Versi baru berbentu oval segitiga, khas Yoshimura. Di belakang, behel atau pegangan di belakang sadel tampil dengan penampilan baru. Begitu pula dengan rangka alminium baru dengan pelindung kaki di kanan dan kiri motor.

Spesifikasi New Satria FU 150 :

Mesin
Tipe .................... 4-tak , DOHC, 4 katup, silinder tunggal, pendingin udara
Kapasitas ............... 147,3 cc
Diameter x langkah ...... 62 x 48,8 mm
Perbandingan kompresi ... 10,2 : 1
Tenaga maks. ............ 16 PS @9.500 rpm
Torsi maks. ............. 1,27 kgf-m @8.500 rpm
Karburator .............. MIKUNI BS 26 - 187
Saringan udara .......... Kertas
Sistem starter .......... Kaki & elektrik
Transmisi ............... 6 kecepatan, 1 ke atas, 5 ke bawah
Kopling ................. Multiplat, basah

Sasis
Suspensi Depan .......... Teleskopik, pegas spiral dan bantalan oli
Suspensi Belakang ....... Monoshock, lengan ayun, pegas spiral dan bantlan oli
Rem Depan & Belakang .... Cakram
Ban & Roda Depan ........ 70/90-17 38S
Ban & Roda Belakang ..... 80/90-17 44S

Sejarah Suzuki Satria FU 150


Suzuki Satria FU 150

Apakah anda pecinta motor bebek sport? Selayaknya anda tahu cerita tentang asal usul motor bebek paling "Sakti" saat ini. Tak lain dan tak bukan ada lah Suzuki Satria FU 150. Mari kita walai sedikit tentang Suzuki Satria FU 150, bebek "sakti" ini adalah motor sport moped keluaran Suzuki. Satria FU 150 bisa dibilang motor paling laku di Indonesia saat ini. Lalu bagai mana kisah latar belakangnya diciptakannya sang Hyper Underbone ini?

Suzuki RC100

Suzuki RC100 merupakan generasi kedua Suzuki RC yang beredar di Indonesia dan basis awal terbentuknya Satria FU. Seiring dengan regenerasi yang dilakukan oleh Yamaha dengan mengeluarkan seri V100E (Yamaha Alfa), Suzuki pun merilis type RC100. Sesuai namanya, kapasitas motor dua tak ini adalah 100cc (atau 99cc tepatnya) dengan menggunakan basis mesin yang sama dengan RC80. Motor jenis RC100 ini mengawali era “perang dingin” antara Suzuki bebek dan Yamaha bebek di Sirkuit Balap Ancol.

Pada tahun 1988, Suzuki memproduksi RC100 Sprinter yang merupakan bebek bertipe ayam jago pertama di Indonesia. Perbaikan suspensi depan ni sangat mendongkrak karir Suzuki RC di dunia balap. Pada era itu Suzuki RC100 (Sprinter) mampu bersaing melawan Yamaha Alfa (berkapasitas 102cc), dan boleh dibilang hasil akhirnya adalah imbang.

Namun demikian, pada era pasar senggol (selepas Sirkuit Ancol ditutup pada tahun 1992) kedua motor tersebut jarang sekali bertemu di arena balap di Jakarta (mungkin hanya pada acara Road Race yang diselenggarakan oleh Santana). Hal tersebut diakibatkan karena tiap pabrikan sibuk dengan OMR (One Make Race) masing-masing dan Suzuki sudah memiliki jenis type RC110 (Crystal) semenjak 1990.

munculnya sang legenda Satria R 120

Suzuki Satria R 120 ini muncul di Indonesia sekitar 2002. Motor ini awalnya berbasis bebek, tapi kekuatan motor sport. Tarikan dan suspensinya bagus. Biarpun berbasis bebek, satria memiliki beberapa fitur motor sport, seperti: persneling sport, kopling manual dll. Jadi Satria R 120 ini tak menjadi sejarah berawalnya Satria F. Karena secara basis dan body semuanya beda.

Sekarang mari kembali ke masa sekarang ketika Suzuki Satria FU 150 sedang laris manisnya bak sabun mandi :D Satria F 150 pertama muncul sekitar awal-awal 2005. Satria ini kembali menghidupkan nenek moyangnya yaitu sprinter RC100. Modelnya sama dengan sprinter, dibekali dengan mesin sport, 150cc menjadikan Satria F 150 sebagai bebek sport terkini. Satria F 150 ini bisa disebut sebagai Satria FU. Huruf "u" disini adalah "sang underbone". Satria F150 ini muncul sebagai 'bebek sakti" di antara bebek-bebek lainnya.

Lahirnya New Prototype=Hyper Underbone
Setelah diluncurkan Suzuki GSX-R600 pada pertengahan 2008, suzuki mengeluarkan satria F baru. Satria F 150 baru ini memiliki spesifikasi yg sama dengan satria tahun 2005. Orang-orang sering mengatakan bahwa Satria FU 150 ini adalah motor yang hebat dan fenomenal. Satria FU 150 ini tetap mencerminkan nenek moyang F yaitu Sprinter RC100. Satria FU 150 ini adalah versi kecilnya sang Suzuki GSX. Kalau tidak percaya silakan lihat fotonya diatas.

Nah.. mirip bukan? Jadi begitulah cerita singkat Sejarah Terbentuknya Suzuki Satria FU 150, kalau ada yang kurang silakan berbagi di kolom komentar.